Senin, 04 Februari 2013

Efektivitas Tamiflu Diragukan


Para pakar internasional mempertanyakan efektivitas dan keamanan Tamiflu, obat utama yang dipakai untuk mengatasi pandemi flu, termasuk flu burung. 

Tamiflu memang memperpendek durasi gejala flu, tetapi sejauh ini tidak ada bukti obat ini mampu mengurangi jumlah pasien yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Para pakar juga mengklaim, efek samping obat ini mungkin tidak dilaporkan.

Para dokter dari Chochrane Collaboration, sebuah lembaga penelitian yang memiliki jaringan di 100 negara, mengkaji 16.000 data pengujian klinis mengenai obat ini. Mereka secara kritis mempertanyakan seberapa baik obat ini bekerja dan juga keamanannya.

Carl Heneghan, salah seorang peneliti, mengatakan apa yang dicari dari suatu obat adalah manfaatnya dan kemungkinan efek samping. "Saat ini tanpa adanya bukti ilmiah kita tidak dalam posisi bisa mengatakan manfaatnya melebihi efek sampingnya," katanya.

Para peneliti juga mengklim 60 persen orang yang terlibat dalam uji klinik tahap 3 tidak pernah dipublikasikan. "Kami khawatir data-data tersebut tidak dalam pengawasan komunitas ilmiah," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Roche selaku produsen Tamiflu, meyakinkan bahwa 80 persen data uji klinik terbuka dan dilakukan oleh ilmuwan independen. 

"Kami memiliki landasan integritas dan kekuatan yang disokong oleh data mengenai efektivitas dan keamanan Tamiflu. Berbagai studi klinik dan pengalaman di lapangan menunjukkan obat ini efektif mengurangi keparahan dan durasi gejala," tulis perusahaan farmasi itu dalam pernyataannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar